Tuesday, April 21, 2015

MAAFKAN AKU BILA TAK SEMPURNA

Standard

MAAFKAN AKU BILA TAK SEMPURNA

من ذا الذي ماساء قط؟ ومن له الحسنى فقط؟

Siapakah yang tak pernah salah? Dan siapakah yang hanya punya kebaikan saja?

Begitu kata orang arab... Karena seonggok daging yang bernama manusia itu adalah tempat salah dan lupa. Menuntut kesempurnaan darinya hanya akan membuat kita lelah.

Orang yang mencari sahabat yang sempurna tanpa cela seperti orang hendak menegakkan benang yang basah, semua sia-sia dan akan selalu berakhir dengan sepi tanpa kawan.

Diriwayatkan bahwa Raja bin Haiwah -rahimahullah- berkata:

من لم يؤاخ إلا من لاعيب فيه قل صديقه، ومن لم يرض من صديقه إلا بالإخلاص له دام سخطه، ومن عاتب إخوانه على كل ذنب كثر عدوه.

"Barangsiapa yang hanya bersahabat dengan orang yang (menurutnya) tidak tercela, akan sedikit sahabat yang dimilikinya, barangsiapa yang hanya mengharapkan keikhlasan dari sahabatnya, ia akan selalu mendongkol, dan barangsiapa yang mencela sahabatnya atas setiap dosa yang dilakukan mereka, dia akan banyak memiliki musuh." (Siyar A'lamin Nubala', IV:557)

Berhentilah menuntut kesempurnaan dari sahabatmu, karena kesempurnaan hanya milik Allah ta'ala...

Sumber : http://abulfayruz.blogspot.de/2014/01/maafkan-bila-dia-tak-sempurna.html

Saturday, April 11, 2015

MAU SUKSES TAPI KOK TUBUH GAK PERNAH CAPEK

Standard

Semakin tinggi cita-cita kita semakin sedikit waktu luang dan santa-santai kita. Jangan pernah bermimpin sukses jika tubuh hanya santai-santai saja.

Justru dengan rasa capek berjuang mendapatkan dan cita-cita. Maka kita akan merasakan nikmatnya istirahat. Badan capek malam-mala setelah berusaha dan bekerja keras maka tidru beralas tikarpun sangat terasa nikmat istirahat tersebut.

Karenanya Imam Syafi'i rahimahullah berkata:

لا يطلب هذا العلم من يطلبه بالتملل وغنى النفس فيفلح، ولكن من طلبه بذلة النفس، وضيق العيش، وخدمة العلم، أفلح.

"Tidak mungkin menuntut ilmu orang yang pembosan, merasa puas jiwanya kemudian ia menjadi beruntung, akan tetapi ia harus menuntut ilmu dengan menahan diri, merasakan kesempitan hidup dan berkhidmat untuk ilmu, maka ia akan beruntung."
(Tadribur Rawi 2/584, Darut Thayyibah, Syamilah)

Yahya bin Abi Katsir rahimahullah berkata:

ولا يستطاع العلم براحة الجسد

"Ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang santai (tidak bersungguh-sungguh)."
(Jaami'u bayaanil 'ilmi wa fadhlihi, I/348 no.553, Darul Ibnu Jauzi, cet.I, 1414 H, syamilah)

Susunlah terget dan tujuan anda. Buat program dan langkah konkret harian untuk mencapai hal tersebut. Kemudian berusahalah.

Atau jika anda memiliki waktu kosong dan luang. Anda bisa sesekali begadang malam hari (ingat ganya sesekali saja) untuk mencapai target dan mengerjakan proyek anda semisal belajar dan lain-lain. Anda juga bisa shalat malam untuk memohon kepada Rabb yang akan mengabulkan doa di saat mustajab tersebut.

Karenanya ada ungkapan orang Arab:

من أراد المعالى سهر اليالى

"Barangsiapa yang menginginkan cita-cita tinggi maka begadang malam hari."

Mari semangat untuk bercita-cita tinggi dan berupaya. Jangan sampai kita untuk bermimpi saja sudah takut apalagi akan berusaha.

sumber : http://muslimafiyah.com/mau-sukse-tapi-kok-tubuh-gak-pernah-capek.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

Lelah Menjadi Nikmat Yang Tidak Terkira

Standard

Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah Subhanahu Wa Taala yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.

Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.

Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah belum berkenan memberi amanah.

Lelah dalam Mencari Nafkah

Suatu ketika Rasululloh sholollohu alaihi wassalam dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”

Rasulullah menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapapun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.

Bahkan secara khusus Rasulullah  memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah.”

Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali didalamnya selalu ada keutamaan.

Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?

Kelelahan Mendidik Anak

Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.

Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”

Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.

Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.

Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.

Rasulullah sholollohu alaihi wassalam bersabda: “Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.” HR. Muslim

Allah akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya:
“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. (QS. An-Najm: 39-41). [am]

Monday, March 30, 2015

Ummi Sang Mujahid

Standard

Ikhwatal iman...

Jika antum ditanya, siapakah pahlawan yang senantiasa mewarnai lembaran perjuangan islam? Pasti yang bermunculan dalam benak kita adalah nama-nama harum seperti Anas bin Malik, Al Hasan, Al Husein, Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad dan sederet pahlawan islam lainnya.

Memang benar, mereka telah berkorban banyak untuk islam dan muslimin. Seolah setiap hembusan nafas, tetesan keringat, denyut nadi, air mata, darah, derap langkah, mereka korbankan untuk islam.

Sungguh.. sungguh kerdilnya kita di hadapan mereka!

Namun, taukah akhi siapakah pemeran utama dibalik kesuksesan mereka -setelah Allah tentunya-?

Bunda. Iya, bunda. Atau kita panggil saja Ummi.

Para kaum ummi adalah inspirasi hampir setiap ulama. Jiwa rela berkorban yang dimiliki ulama telah terpatri kuat dalam kalbu saat mereka melihat pengorbanan ummi.

Ummi yang selalu mengikatkan imamah saat sebelum ulama pergi ke kuttab (madrasah Alqur'an). Ummi yang selalu menyeka air mata saat air mata ulama tertumpah. Ummi yang tak pernah lupa mendoakan kesuksesan para ulama saat semua orang belum sadar kedudukannya, Ummi yang tak kenal lelah dan bosan merawat ulama. Ummi yang rela menjual rumah demi keberhasilan tholabul ilmi ulama.

Perjuangan.. pengorbanan itulah yang para ulama dapatkan dari ummi.

Dalam adagium arab dikatakan "Al Umm Shooni'atur Rijaal", "Ummi adalah pencetak jagoan".

Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi, motivasi dan hiburan untuk para kaum ummi.

________~~~~________

Hari itu, di salah satu sudut masjid nabawi berkumpullah Abu Qudamah dan para sahabatnya.

Dihati para sahabatnya, Abu Qudamah adalah orang yang sangat dikagumi. Itu karena Abu Qudamah adalah seorang mujahid. Berjihad dari satu front ke medan-medan jihad lainnya. Seolah hidup beliau, beliau persembahkan untuk berjihad.

Debu yang beterbangan, kilatan pedang, hempasan anak panah, derap kuda adalah hal yang sudah biasa bagi beliau. Pengalaman, tragedi, kisah dan momen pun telah banyak beliau saksisan di setiap gelanggang perjuangan jihad.

"Abu Qudamah, ceritakanlah pada kami kisah paling mengagumkan di hari-hari jihadmu," tiba-tiba salah seorang sahabatnya meminta.

"Ya," jawab Abu Qudamah.

________~~~~________

Beberapa tahun lalu. . .
Aku singgah di kota Recca. Aku ingin membeli onta untuk membawa persenjataanku.

Saat aku sedang bersantai di penginapan, keheningan pecah oleh suara ketukan.

Ku buka ternyata seorang perempuan.

"Engkaukah Abu Qudamah?" tanyanya.

"Engkaukah yang menghasung umat manusia untuk berjihad?" pertanyaannya yang kedua.

"Sungguh, Allah telah menganugrahiku rambut yang tak dimiliki wanita lain. Kini aku telah memotongnya. Aku kepang agar bisa menjadi tali kekang kuda. Aku pun telah menutupinya dengan debu agar tak terlihat.

Aku berharap sekali agar engkau membawanya. Engkau gunakan saat menggempur musuh, saat jiwa kepahlawananmu merabung. Engkau gunakan bersamaan saat kau menghunus pedang, saat kau melepaskan anak panah dan saat tombak kau genggam erat.

Kalau pun engkau tak membutuhkan, ku mohon berikanlah pada mujahid yang lain. Aku berharap agar sebagian diriku ikut di medan perang, menyatu dengan debu-debu fy sabilillah.

Aku adalah seorang janda. Suamiku dan karib kerabatku, semuanya telah mati syahid fy sabilillah. Kalau pun syariat mengizinkan aku berperang, aku akan memenuhi seruannya," ungkapnya sembari menyerahkan kepangan rambutnya.

Aku hanya diam membisu. Mulutku kelu walau tuk mengucapkan "iya".

"Abu Qudamah, walaupun suamiku terbunuh, namun ia telah mendidik seorang pemuda hebat. Tak ada yang lebih hebat darinya.

Ia telah menghapal Alqur'an. Ia mahir berkuda dan memanah. Ia senantiasa sholat malam dan berpuasa di siang hari.

Kini ia berumur 15 tahun. Ialah generasi penerus suamiku. Mungkin esok ia akan bergabung dengan pasukanmu. Tolong terimalah dia. Aku persembahkan dia untuk Allah. Ku mohon jangan halangi aku dari pahala," kata-kata sendu terus mengalir dari bibirnya.

Adapun aku masih diam membisu. Memahami kalimat per kalimat darinya.

Thursday, March 26, 2015

Rahasia Zuhud

Standard

Jum'at Mubarok
Renungan Pagi...
Hasan Basri ditanya: Apa rahsia zuhudmu di dunia ini? Beliau menjawab: aku tahu rezekiku tidak akan diambil orang lain, kerana itu hatiku selalu tenang. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, kerana itulah aku sibuk beramal soleh. Aku tahu ALLAH Ta'ala selalu memerhatiku, kerana itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, kerana itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH........ Sahabat2ku:
          Jangan tertipu
        dengan usia MUDA
        karena syarat Mati
         TIDAK harus TUA.
   Jangan terpedaya dengan
        tubuh yang SEHAT
       karena syarat Mati
       TIDAK mesti SAKIT
   Jangan terperdaya dengan
        Harta Kekayaaan
          Sebab
    Si kayapun tidak pernah 
     menyiapkan Kain Kafan
          buat dirinya
      meski cuma Selembar.
      Mari Terus berbuat BAIK,
         berniat untuk BAIK,
     berkata yang BAIK-BAIK,
   Memberi nasihat yang BAIK
Meskipun TIDAK banyak orang
      yang mengenalimu dan
   Tidak suka dgn Nasihatmu
        Cukup lah  اللهِ yang
     mengenalimu lebih dari
          pada orang lain.
      Jadilah bagai Jantung
        yang tidak terlihat,
     Tetapi terus berdenyut
     setiap saat hingga kita
terus dapat hidup, berkarya
     dan menebar manfaat
       bagi sekeliling kita
     sampai diberhentikan
          oleh NYA
          Sahabat2ku: :)
"Waktu yang kusesali adalah
         jika pagi hingga
      matahari terbenam,
  'Amalku tidak bertambah
          sedikitpun,
  padahal aku tahu saat ini
       umurku berkurang"
        (Ibnu Mas'ud r.a)
Indahnya berbagi
Semoga bermanfaat

Keep spirit and Istiqomah
Dan selamat membaca surat Al kahfi
✏ Oleh: Privat Muslim And Bimbel Muslim Mutaz.

Share yuk mudah2an teman anda mendapat faedah ilmu dari status yg anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin

----
Blog:muslimmumtaz.com
FB : muslimprivat
Pin BB : 7E97B866
Saluran BBM : C003BEA00
WA : 0852-5543-0403

Wednesday, March 25, 2015

Perubahan

Standard

Hidup itu mirip dengan jenjang sekolah. Ada pelajaran sulitnya, ada pelajaran menyenangkannya. Ada guru baru/berbeda di tiap kelasnya. Ada tes dan ujiannya. Serta tentu saja ada perubahan materi pelajaran tiap semesternya. Tanpa perubahan, hidup kita 'mandheg' dan 'menthok'. Kesuksesan hidup yang sejati tidak akan bisa dinikmati, bila kondisi hidup kita hari ini dan seterusnya sama saja. Bila kita menginginkan sesuatu yang lain dari yang sebenarnya terjadi di sekeliling kita, maka cara termudah adalah memulai atau menciptakan perubahan dalam diri kita sendiri terlebih dahulu.
surat Ar-Ra'd ayat 11.
إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوامَا بِأَنْفُسِهِم
artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” .
✏ Oleh: Privat Muslim And Bimbel Muslim Mutaz.

Share yuk mudah2an teman anda mendapat faedah ilmu dari status yg anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin

----
Blog:muslimmumtaz.com
FB : muslimprivat
Pin BB : 7E97B866
Saluran BBM : C003BEA00
WA : 0852-5543-0403

Monday, March 2, 2015

KITA TIDAK AMANAH KEPADA ANAK-ANAK KITA

Standard

Allah berfirman:
المال والبنون زينة الحيوة الدنيا..
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia...(Al-Kahfi:46)

Saudaraku..sahabatku..semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kpd kalian...

Kita selalu berhutang banyak cinta kepada anak-
anak. Tidak jarang, kita memarahi mereka saat kita
lelah. Kita membentak mereka padahal mereka
belum benar-benar paham kesalahan yang mereka
lakukan. Kita membuat mereka menangis karena
kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan. Tetapi
seburuk apapun kita memperlakukan mereka,
segalak apapun kita kepada mereka, semarah
apapun kita pernah membentak mereka... Mereka
akan tetap mendatangi kita dengan senyum
kecilnya, menghibur kita dengan tawa kecilnya,
menggenggam tangan kita dengan tangan
kecilnya... Seolah semuanya baik-baik saja, seolah
tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya... Mereka
selalu punya banyak cinta untuk kita, meski
seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan
cukup.mereka selalu punya banyak cerita untuk kita dan pertanyaan tentang keadaan kita,meskipun kita tidak pernah bercerita untuk mereka dan menanyakan keadaan mereka dan sesungguh mereka ktk itu dalam keadaan sakit
Ketahuilah Allah berfirman:
كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته
"Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas yg dipimpin"(HR Muslim)
Dan dari Aisyah ra.bahwa Rasulullah bersabda:"Jika Allah menghendaki suatu keluarga kebaikan maka Allah memasukkan kpd mereka sikap lemah lembut"(HR Ahmad)
dan beliau bersabda:" Barangsiapa yg tidak sayang kpd manusia maka tidak akan disayang Allah"(Muttafaq alaihi)

Kita selalu berhutang banyak kebahagiaan untuk
anak-anak kita. Kita bilang kita bekerja keras demi
kebahagiaan mereka, tetapi kenyataannya
merekalah yang justru membahagiakan kita dalam
lelah di sisa waktu dan tenaga kita. Kita merasa
bahwa kita bisa menghibur kesedihan mereka atau
menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka,
tetapi sebenarnya kitalah yang selalu mereka
bahagiakan... Merekalah yang selalu berhasil
membuang kesedihan kita, melapangkan kepenatan
kita, menghapus air mata kita.
Karenanya Allah berfirman:"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.."..Ya,mereka adalah penyejuk mata ayah dan ibu karena itulah salah satu hamba Allah(para suami istri) kita selalu mendambakan seorang anak,dan kita selalu,memohon dan berdoa kpd-Nya:
"ربنا هب لنا من أزوجنا وذريتنا قرة أعين وجعلنا للمتقين إماما"
"...Wahai Rabb kami,anugerahkn kpd km istri2 km dan keturunan kami sebagai penyenang hati(kami)..(Al-Furqan:74)
Dan firman-Nya:
"...رب هب لى من لدنك ذرية طيبة إنك سميع الدعاء"
"..Wahai Rabb,kami berilah aku dari aku dari sisi Engkau seorang anak yg baik. Sesungguhnya Engkau Mendengar Doa"(Ali Imran:38)
Dan Allah pun mengabulkan doa2 kt,namun kenapa kita tidak menghiburnya,menemaninya,bergurau dgn mereka,..?ketahuilah krn sikap itu yang mereka inginkan,itulah yg mereka harapankan yaitu kasih sayang dan kepededulian kt Terhadap mereka

Kita selalu berhutang banyak waktu tentang anak-
anak kita. Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang
kita miliki untuk berbicara, mendengarkan,
memeluk, mendekap, dan bermain dengan mereka?
Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa
keras kita bekerja untuk menghadirkan
kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka,
melukis senyum sejati di wajah mungil mereka?
Tentang anak-anak, sesungguhnya merekalah yang
selalu lebih dewasa dan bijaksana daripada kita.
Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing
kita menjadi manusia yang lebih baik setiap
harinya. Seburuk apapun kita sebagai orangtua,
mereka selalu siap kapan saja untuk menjadi
anak-anak terbaik yang pernah kita punya.
Ketahuilah sesungguhnya Rasulullah sng sayang terhadap anak2 dan bermain dgn mrk,pada waktu itu Rasulullah meletakan kaki cucunya Hasan dan Husain diatas Rasulullah lalu belau bersabda:"Naiklah,mk anak itu naik dan menginjakkan kedua kakinya didada Rasulullah,kemudian beliau bersabda:Bukalh mulutmu'lalu beliau menciumnya kemudian bersabda"Ya Allah cintailah dia karena aku mencintainya"(Al-Bukhari,3747)

Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita...
Anak-anak yang setiap hari menjadi korban dari
betapa buruknya cara kita mengelola emosi. Anak-
anak yang terbakar residu ketidakbecusan kita saat
mencoba menjadi manusia dewasa. Anak-anak
yang menanggung konsekuensi dari nasib buruk
yang setiap hari kita buat sendiri. Anak-anak yang
barangkali masa depannya terkorbankan gara-gara
kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri.
... Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap
memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencoba
membuat kita bahagia.
Maka dekaplah anak-anakmu, tataplah mata
mereka dengan kasih sayang dan penyesalan,
katakan kepada mereka, "Maafkan untuk hutang-
hutang yang belum terbayarkan... Maafkan jika
semua hutang ini telah membuat Tuhan tak
berkenan. Maafkan karena hanya pemaafan dan
kebahagiaan kalianlah yang bisa membuat hidup
ayah dan ibu lebih baik dari sebelumnya... Lebih
baik dari sebelumnya."
Dan ingatlah akan sabda Rasulullah ini:"Tidaklah seorang hamba yg diberi tanggung jawab oleh Allah sebuah amanah lalu ia meninggal dalam keadaan menipu tanggung jawabnya kecuali Allah akan haramkan surga baginya"(Muttafaq alaih[اقتطعه واتساب]

Oleh Ibnu Syahrul